Jumat, 13 Agustus 2010

Berbagai Macam Cara Mengolah Sayuran

Memasak sayur perlu kiat khusus, jika salah mengolah, kandungan gizi dan mineral bisa rusak atau menguap sia-sia. Cara sehat yang dianjurkan adalah mengonsumi sayuran segar tanpa dimasak. Hanya saja, kadang mencuci sayuran hingga bersih pun tak cukup membunuh bakteri dan kuman dalam sayuran.

Lagi pula tak semua orang cocok makan sayuran mentah. Respon kekebalan tubuh berbeda atau ibu hamil dengan tubuh yang lebih sensitif, bisa membuat sayuran mentah menjadi berbahaya saat dikonsumsi. Sehingga tak ada cara lain paling aman selain memasak. Berikut adalah kiat-kiat bagaimana memasak sayur agar kandungan nutrisinya tetap terjaga baik meskipun harus bersentuhan dengan suhu tinggi saat pengolahan.

Memangang..... Kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Saat memanggang, sayuran harus disertai kandungan air tinggi agar tidak mengering. Sayuran dari akar-akaran adalah yang jenis terbaik untuk dipanggang, seperti kentang, bawang, atau tomat.

Mengukus..... Mengolah sayuran dengan mengukus mungkin adalah cara terbaik untuk memasak seluruh tipe sayuran. Cara ini dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayur dalam waktu singkat.

Tekanan Tinggi/Presto.....Memasak sayur dalam tekanan tinggi akan menyingkat waktu memasak sehingga dapat menyimpan nutrisi. Masalahnya, jika anda terlalu lama, biarpun dalam periode singkat, sayur akan berubah menjadi lembek. Apalagi semua sayur memiliki tekstur dan kepadatan berbeda, sehingga pastikan jenis sayur dan periode yang tepat jika panci tekanan tinggi menjadi pilihan anda. Selama bisa, hindari memasak sayuran dengan presto.

Menumis..... Ini salah satu cara cepat memasak sayur di atas penggorengan pipih dengan sedikit minyak sayur. Di atas wajan melengkung pun sah. Tapi ingatlah, ketika memasak sayur dengan minyak, vitamin larut dalam lemak mungkin berakhir bersama minyak. Ada baiknya jangan anda buang minyak tersebut.

Memasak tanpa air. ...Metode ini baik untuk sayur-sayuran berdaun hijau dengan mengandalkan air yang menempel pada daun setelah sayuran dicuci. Cara ini biasanya membutuhkan tiga hingga lima menit.

Merebus.... Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang sangat besar. Jika anda harus menggunakan cara ini, tambahkan sayur hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin. Tips khusus untuk memasak dengan merebus 1. Biarkan air mendidih selama kurang lebih dua menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan , vitamin C dalam sayur menguap. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat.

Tips Merawat Tembikar

Bahan tembikar memiliki pori-pori sangat halus di permukaannya terutama jika peralatan tidak dilapisi bahan lain. Karena itu saat mencuci jangan menggosok dengan sabun terlalu keras yang akan membuat aroma sabun meresap kedalam pori-pori. Inilah yang membuat aroma sabun keluar lagi saat wadah terkena cairan panas atau berkuah. Setelah dicuci, keringkan segera dan taruh ditempat yang kering dan bersih. untuk bagian luar juga tidak boleh digosok dengan serabut kawat agar tekstur warna tetap terjaga.

Tips khusus saat anda membersihkan tembikar yang akan digunakan untuk tempat makanan atau minuman, setelah beli...rendam tembikar dengan larutan teh selama semalam penuh dengan tujuan untuk menghilangkan bau tanah yang masih melekat di tembikar. dijamiiin....poci teh atau piring tembikar anda tidak akan berbau tanah saat digunakan. silahkan dicoba....

Mari berbagi info sehat bersama KOPITIAM 51, Kedai Bandeng Tanpa Duri Jogja,
Jl. Veteran No. 51, Warungboto, Umbulharjo, Jogja....Rujukan kuliner baru di Jogja.
Telp:0274-389 409, Fax:0274-380 111 atau email/FB: kopitiam51@gmail.com

Kirim ide, saran, info & kritik serta sembako ke icky_ngasno@yahoo.co.id atau sms 0878 39 123 222 (Dicky Tinton)

Selalu Sehat, semangat, sukses & Tetap Makan Hidangan Lezaat bersama KOPITIAM 51, Kedai Bandeng Tanpa Duri....Rujukan Kuliner Baru di Jogja